Doing Business in the Digital Era

Berbisnis di era digital mungkin tidak sesederhana yang kita kira. Tinggal klik pesanan datang. Ya, memang di permukaan kesannya demikian. Bisnis online memudahkan pemesanan dan pembayaran barang. Namun, keberhasilani bisnis online di masa depan, jauh daripada hanya memindahkan toko ke dunia maya, seperti yang telah dilakukan Amazon atau Lazada.

Perhatikan perusahaan-perusahaan digital yang sukses seperti BukaLapak, eBay, GoJek, Grab, Air BnB, dan lainnya. Mereka datang dengan konsep baru, bukan sekedar membuat toko online. BukaLapak membuka mekanisme pertemuan antara banyak penjual dan banyak pembeli, eBay menciptakan sistem lelang online, Gojek memudahkan pemesanan transportasi, Grab menggantikan peran perusahaan taksi, dan Air BnB menggantikan model jaringan hotel.

Contoh lainnya adalah perusahaan-perusahaan financial technology (fintech), yang dengan cepat mengecilkan peran bank sebagai perantara antara pemilik dana (lender) dan peminjam (creditor). Perusahaan-perusahan fintech ini juga menciptakan sistem pembayaran yang sama sekali baru, di mana hanya dengan melakukan tapping kita bisa melakukan pembayaran dan menghilangkan kebutuhan akan penggunaan uang tunai.

Kebanyakan perusahaan-perusahaan online baru tersebut menggunakan strategi memotong peran perantara, dengan menggunakan Internet. Selain strategi memotong perantara, perusahaan-perusahaan digital dan online juga menyediakan berbagai aplikasi spesifik yang menjawab kebutuhan manusia: baik hiburan (game, menonton video, mendengarkan musik), seni (aplikasi foto, desain), pendidikan, dlsb. Mereka juga menggunakan teknologi baru untuk menjawab kebutuhan tersebut dengan lebih baik, misalnya Artificial Inteligence, Big Data, dan Internet of Things.

Jadi, kunci pertama untuk sukses di era digital dibutuhkan sebuah gagasan yang baru dan menjawab kebutuhan dengan cara yang lebih baik, atau menjawab kebutuhan baru yang sebelumnya belum disadari masyarakat. Untuk menemukan gagasan ini tentu diperlukan kreativitas yang tinggi.

Kunci kedua adalah kemampuan untuk mewujudkan sebuah gagasan menjadi sebuah produk atau jasa yang betul-betul menjawab kebutuhan pelanggan. Untuk itu diperlukan kemampuan pengembangan sistem, baik yang melibatkan teknologi informasi, maupun yang melibatkan kemampuan organisasi dan sistem bisnis, seperti misalnya supply chain management, customer relationship management, dlsb.

Kunci ketiga adalah kemampuan untuk menghasilkan value (kekayaan) yang maksimal dari bisnis tersebut. Bila dulu kekayaan berasal hanya dari keuntungan nyata perusahaan, maka sekarang kekayaan bisa diperoleh dengan memperoleh valuasi tinggi dari potensi revenue masa depan, saat mendapatkan investor yang tertarik akan model bisnis dan banyaknya user yang berhasil diperoleh.

Di Indonesia, sedikit sekali perguruan tinggi yang merespons hal ini secara spesifik. Salah satunya adalah program studi Online Business dari Harapan Bangsa Business School di Bandung. Kampus ini mengkolaborasikan 3 departemen yang sangat mumpuni untuk menjawab kebutuhan pendidikan tinggi yang unik untuk masa depan ini. Departemen Komunikasi Visual di kampus Harapan Bangsa yang telah dikenal prestasinya secara nasional, akan memupuk aspek kreativitas mahasiswa dalam menemukan gagasan yang segar dan inovatif. Departemen Teknik Informatika ITHB yang lulusannya telah banyak sukses di perusahaan online dan digital tingkat internasional akan mengembangkan aspek kemampuan merancang sebuah teknologi untuk mendukung bisnis. Sedangkan, Departemen Manajemen yang baru saja menjuarai lomba perencanaan bisnis tingkat nasional yang bergengsi, akan memupuk kemampuan menciptakan value (kekayaan) melalui berbagai keterampilan perencanaan dan pengelolaan bisnis.

Kurikulum Online Business diterapkan dengan pendekatan project-based didukung fasilitas seperti akses kepada komunitas developer, akses ke investor, ruang diskusi/co-working space, dosen pembina yang merupakan praktisi teknologi dan pengusaha. Di tahun ke dua mahasiswa akan melakukan kerja praktik untuk mulai mendalami bagaimana perusahaan menjalankan roda bisnisnya. Di tahun ke empat, tugas akhir dikerjakan selama dua semester penuh untuk membuat satu prototype dan model bisnis yang siap diuji oleh para investor dan pelaku bisnis.

Program studi Online Business di Harapan Bangsa Business School disusun dengan konsep yang sangat matang serta didukung oleh pengajar yang telah terbukti menghasilkan lulusan berprestasi (baik sebagai profesional dan wirausaha), sehingga perlu dipertimbangkan dengan serius oleh calon sarjana yang tertarik untuk berkarier di era bisnis digital di masa depan.